fonetika.id-Cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan dinamika atmosfer yang aktif saat ini mendorong pertumbuhan awan hujan dengan potensi hujan lebat dan gangguan cuaca lainnya. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga akhir Januari 2026.
Seiring dengan meningkatnya intensitas hujan dan penurunan suhu udara, sejumlah penelitian menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan nafsu makan pada masyarakat. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients tahun 2021 mencatat orang dewasa rata-rata mengonsumsi makanan lebih banyak ketika berada di lingkungan dengan suhu yang lebih rendah dibandingkan kondisi normal.
Peneliti menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah berkurangnya paparan sinar matahari saat hujan berkepanjangan. Paparan cahaya matahari yang menurun dapat berdampak pada produksi serotonin di otak, senyawa kimia yang berperan dalam menjaga suasana hati dan rasa nyaman.
Ketika kadar serotonin menurun, tubuh cenderung mencari kompensasi melalui asupan makanan. Tinjauan sistematis dalam jurnal Nutrients menunjukkan perubahan cahaya dan suhu lingkungan dapat memengaruhi regulasi nafsu makan melalui mekanisme neurokimia.
Selain faktor cahaya, suhu udara yang lebih dingin juga memicu respons fisiologis tubuh. Dalam kondisi tersebut, sistem termoregulasi bekerja lebih aktif untuk mempertahankan suhu inti tetap stabil. Proses ini meningkatkan kebutuhan energi basal, sehingga otak mengirimkan sinyal lapar sebagai upaya menambah cadangan energi. Temuan dari jurnal Appetite dan Nutrition & Metabolism menunjukkan individu yang berada di suhu lingkungan lebih rendah cenderung mengonsumsi kalori lebih tinggi dibandingkan saat berada di suhu netral.
Faktor psikologis turut berkontribusi terhadap perubahan pola makan selama musim hujan. Cuaca hujan yang berlangsung lama sering dikaitkan dengan penurunan suasana hati, rasa bosan, serta berkurangnya aktivitas di luar ruangan. Kondisi ini dapat mendorong perilaku makan berbasis emosi atau konsumsi makanan yang memberikan rasa nyaman. Studi neurobiologi yang dimuat dalam jurnal Nature Neuroscience tahun 2023 menunjukkan paparan suhu dingin dapat mengaktifkan sirkuit otak yang berkaitan dengan pencarian energi dan perilaku makan.
Para peneliti menilai peningkatan nafsu makan saat musim hujan merupakan respons adaptif tubuh dan otak terhadap perubahan lingkungan, termasuk suhu, cahaya, dan ritme aktivitas harian. Fenomena ini dipandang sebagai mekanisme alami dalam menjaga keseimbangan energi dan kenyamanan tubuh selama periode cuaca yang lebih dingin dan basah.

