fonetika.id – Polres Tegal menggelar lomba lari tanpa alas kaki bertajuk Cokorun Sehat Bersama Polres Tegal di Alun-Alun Hanggawana Slawi, Jumat malam (6/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti 48 pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Tegal.
Ajang lari sprint 100 meter tanpa alas kaki itu digelar sebagai sarana olahraga sekaligus wadah bagi pelajar untuk menyalurkan energi dan semangat kompetisi secara positif.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pendekatan kepada kalangan pelajar sekaligus upaya mengarahkan tren yang sedang populer di kalangan anak muda.
“Kami dari Polres Tegal berkolaborasi dengan para pelajar menggelar kegiatan lomba Cokorun Sehat. Saat ini tren cokoran sedang populer di kalangan pelajar dan anak muda di Kabupaten Tegal,” ujar Bayu.
Menurutnya, fenomena cokoran yang ramai di kalangan pelajar dapat diarahkan menjadi kegiatan olahraga yang bermanfaat.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan mampu mengalihkan perhatian pelajar dari berbagai aktivitas negatif seperti tawuran, balapan liar, maupun kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan positif seperti ini, energi anak-anak muda bisa disalurkan ke hal yang lebih bermanfaat,” katanya.
Dalam perlombaan tersebut, panitia membagi peserta ke dalam beberapa kategori berdasarkan berat badan, yakni kelas A, B, C, D, E, dan F, serta kelas khusus putri. Total hadiah yang diperebutkan dalam ajang ini mencapai Rp12 juta.
Sebelum lomba utama dimulai, kegiatan semakin meriah dengan laga ekshibisi yang mempertemukan Kapolres Tegal dengan salah satu pelajar peserta.
Sejumlah pejabat utama Polres Tegal juga ikut meramaikan pertandingan tersebut, di antaranya Wakapolres Kompol M. Iskandarsyah, Kasat Reskrim AKP Luis Beltran Krisnandhita Marissing, serta Kasat Binmas AKP Achmad Husni Imawan.
Kapolres bahkan mengaku merasakan langsung tantangan berlari tanpa alas kaki di lintasan sepanjang 100 meter.
“Ternyata lari 100 meter itu tidak semudah yang dibayangkan. Saya tadi baru sekitar 20 meter sudah terasa berat,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia juga mengakui bahwa pelajar yang menjadi lawannya memiliki kemampuan lari yang sangat baik.
“Tandingan saya tadi sebenarnya sudah yang paling bawah kelasnya, tapi saya tetap kalah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni, menyambut baik kegiatan yang digagas oleh Polres Tegal tersebut.
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus membuka peluang munculnya atlet-atlet baru dari Kabupaten Tegal.
“Kegiatan malam ini luar biasa. Bapak Kapolres menginisiasi kegiatan positif bagi para pemuda,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu mendorong para pelajar untuk mengembangkan potensi mereka di bidang olahraga, khususnya lari sprint.
Ketua panitia kegiatan Riki Dwi Permana, siswa kelas XII SMA Negeri 3 Slawi, menjelaskan bahwa ide kegiatan cokoran sebenarnya sudah muncul sejak puasa tahun 2024, terinspirasi dari kegiatan serupa di daerah lain.
“Awalnya sejak puasa 2024 kami terinspirasi dari kegiatan serupa di daerah lain. Alhamdulillah baru tahun 2026 ini bisa terlaksana di Kabupaten Tegal,” katanya.
Ia menyebutkan pada pelaksanaan perdana ini terdapat 48 peserta, termasuk delapan pelari putri yang mengikuti kelas khusus perempuan.
Melalui kegiatan ini, para pelajar berharap tradisi olahraga cokoran dapat terus berkembang sebagai kegiatan positif yang mempererat kebersamaan sekaligus melahirkan bibit atlet muda di Kabupaten Tegal.

