fonetika.id – Pasca banjir bandang yang menerjang kawasan wisata Guci, material kayu dalam jumlah besar muncul di pesisir Pantai Larangan, Desa Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Batang kayu beragam ukuran tersebut terlihat memenuhi area pantai sejak Sabtu (24/1/2026) pagi.
Kemunculannya terjadi beberapa jam setelah banjir bandang melanda wilayah hulu di kaki Gunung Slamet.
Menurut keterangan warga, kayu-kayu tersebut keluar secara bertahap melalui muara Sungai Gung, yang alirannya terhubung langsung dari kawasan Guci hingga ke pesisir utara Tegal.
Seiring surutnya arus banjir, material kayu terus terbawa dan terdampar di kawasan pantai.
Salah seorang warga, Sumiyati (46), menyebut sebagian besar kayu yang muncul merupakan kayu hutan dari wilayah pegunungan. Selain itu, ditemukan pula material non-alami yang diduga berasal dari kawasan wisata air panas Guci.
“Dari Sabtu sampai Minggu kayu terus keluar, bahkan ada palaron juga yang terbawa dari arah Guci,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Hal serupa disampaikan Sanah (53). Ia menjelaskan, Pantai Larangan menjadi lokasi akhir material banjir karena berada tepat di jalur muara Sungai Gung.
“Sehari setelah banjir, kayu-kayu itu mulai keluar dari muara Kali Gung dan menyebar ke pantai,” katanya.
Hingga Senin siang, material kayu masih terlihat tersebar di kawasan Pantai Larangan, bercampur dengan sisa-sisa material lain yang terbawa dari wilayah hulu.
Warga khawatir, jika tidak segera dibersihkan, tumpukan kayu di muara sungai akan mengganggu aktivitas nelayan, khususnya saat keluar-masuk perahu.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penanganan agar tidak berdampak lebih luas terhadap mata pencaharian warga pesisir.

