fonetika.id – Sejumlah fasilitas di kawasan Objek Wisata Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026).
Kerusakan tersebut meliputi kolam renang, pancuran, hingga jembatan penghubung di kawasan wisata. Warga setempat, Jordi Irfan, menyebut derasnya banjir menyebabkan jembatan ambruk dan fasilitas pemandian tersapu material banjir.
“Betul jembatannya hancur, yang ada pohon beringin gedenya itu,” ujar Jordi, Sabtu (24/1/2026).
Ia menambahkan, beberapa kolam dan pancuran bahkan hilang akibat terjangan banjir.
“Juga Kolam Barokah, Pancuran 5 hilang semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M. Affifudin, mengatakan banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan Guci.
“Yang terdampak itu adalah tiga jembatan, di antaranya Jembatan Jedor, Jembatan Pancuran 13, dan jembatan pejalan kaki,” kata Affifudin saat dikonfirmasi.
Menurutnya, banjir juga merusak sejumlah fasilitas wisata, termasuk Pancuran 13 yang sebelumnya sempat direnovasi setelah rusak akibat banjir bandang pada Sabtu (20/12/2025) lalu.
“Fasilitas wisata yang hancur atau rusak, yang pertama Pancuran 13 sendiri, itu tertutup material. Kemudian Pancuran 5 milik Pemda juga tertutup material. Dan selanjutnya milik PT Barokah,” tambahnya.
Selain itu, beberapa kolam renang turut terdampak luapan air banjir.
“Guciku terdampak karena banjir saja, jadi air saking besarnya tadi malam tumpah sampai ke sebagian kecil objek wisata Guciku ini. Sementara belum dicek, kami sedang mengecek di Permadi. Di Permadi juga ada perubahan alur sungai,” tandasnya.

